Senin, 02 September 2013

Teach Yourself Programming in Ten Years

Teach Yourself Programming in Ten Years

Tidak ada satu hal yang dapat dipelajari secara instan. Semuanya harus melalui proses dan kerja keras.

INNOVATOR'S DILEMMA

Buku bagus banget nih “The Innovator’s Dilemma: The REvolutionary Book that Will Change the Way You Do Bussiness”. Aku ceritain dikit ya inti-inti yang kudapat dari buku ini.
Ketika sebuah perusahaan/produk sedang menguasai pasar, mereka akan terjebak pada sebuah dilema dalam melakukan sebuah inovasi. Mengapa? Karena takut produk inovasinya akan mengkanibal atau menghantam balik produk utamanya yang masih laku di pasaran.
Innovator dilemma terjadi bukan lantaran market leader tidak dapat melihat arah pasar bergerak. Bukan juga lantaran mereka tidak mampu melakukan inovasi. Mereka tentunya tahu persis arah pasar dan sangat capable untuk melakukan inovasi. Hanya saja mereka takut melakukan itu disebabkan oleh kekhawatiran inovasi tersebut menghantam balik produk mereka yang laris di pasaran.
Dan saat mereka sadar bahwa ketakutan itu tidak beralasan, segalanya telah terhambat. Kompetitor yang sigap dan nothing to lose dengan segera mengambil pasar dan menggelintirkan sang incumbent.
What a nice thought? I think this kind of perspective could be useful on how we see a problem..

Rabu, 26 Juni 2013

KP - Semangat Baru

Setelah melalui hari-hari bersama KP di GDP selama 3 minggu,



Akhirnya pada hari rabu kemarin kita yang di GDP Labs dikasih ruangan baru khusus untuk intern. Ruangan ini cukup luas dan suara di dalam tidak terlalu tembus keluar. Maka dari itu, para intern menjadi lebih bisa mengekspresikan diri untuk diskusi, ngoding, down*lo*ad, ti*dur, nge*ga*me, dsb.




Ada juga beberapa anak UI yang KP bareng kita di sini

Sementara teman-teman kita yang diassign di GDN (blibli.com) tergolong sangat sejahtera dalam hal makanan. Hampir setiap hari mereka selalu mendapatkan jajan es krim, ataupun snack-snack yang cukup banyak. Saya sendiri pun sering mengunjungi ruangan mereka agar kecipratan berkah yang mereka bawa ini *evilsmirk*.

Hari Kamis ini pun mereka yang di GDN kerjanya cuman sampai siang karena diajak keluar untuk makan-makan rutin bulanan. Jadi ketika event makan-makan ini, semua yang ulang tahun pada bulan tersebut tidak perlu membayar karena dijajain oleh yang lain. Seru banget ya! Tapi mereka tidak dapat menikmati makan siang harian yang gratis pada hari ini. wkakaka

Yang seru lagi dari KP ini adalah kumpul bareng dan makan bareng yang diadakan setiap malam di mess. Berbagai macam hal pun diomongin pada rutinitas ini.



Karena sudah mau jam makan siang, saya sudahi dahulu tulisan ini. Besok senin juga kita harus menyiapkan performance di hadapan orang-orang GDP di acara keakraban bulanan mereka. Sampai ketemu di post berikutnya.

Semoga dengan segala perubahan ini, semangat KP semakin membara. Amin!

Senin, 03 Juni 2013

First Day KP at GDP

Jadi hari ini ceritanya saya dan 14 orang lainnya (kayak ambil kelas SP) melakukan hari pertama Kerja praktek di sebuah venture capital yang namanya PT. Global Digital Prima.

GDP merupakan sebuah venture capital yang memberikan pendanaan kepada perusahaan-perusahaan startup IT yang berkembang di Indonesia. Beberapa perusahaan yang didanai antra lain kaskus, infokost, blibli, SemutApi Colony, dsb. Di sini kita diassign ke projek atau produk yang sedang dibuat oleh GDP biasanya untuk membantu perusahaan IT yang ditanganinya. Kantornya berada di jalan Aipda K. S. Tubun.

Hari pertama datang, kita dibriefing dulu di ruangan trainingnya.


Kemudian langsung tanda tangan kontrak dan diassign ke project yang ditentukan oleh GDP. Habis itu kita diarak keliling gedung kantor terus dikenalin ke semua orang. Trus kenal sama semua orang yang ada di sini? Enggak lah. Tapi ya beberapa orang ada yang unik sehingga kenal. Ada juga orang yang make kemeja persis dengan kemeja punyaku. Untung aja gak make kemeja itu hari ini.hhahaa

Pada pembagian assignment oleh GDP, saya dapat setim sama Wachid, Inov dan Vian dimentorin oleh Karol (IF 08) yang merupakan alumni ITB. Selain dia, banyak juga alumni ITB yang ditemui di GDP Labs ini, antara lain Michell (IF 08), Rezan Achmad (IF 08), Timmy (IF 08), Khandar (IF 06), dsb.

Lagi ngerjain sesuatu *lebih tepatnya sok-sokan ngerjain sesuatu* di GDP Labs
Nah, fasilitas yang didapat selama ini di sini itu adalah makan siang dan tempat tinggal. Kalau makan siang ada ruangan besarnya, kita semua makan di situ sama seluruh karyawan yang ada di sana.

Kalau hari senin kita dapat nasi kotak, nah hari ini juga dapet es dawet
Kemudian untuk tempat tinggal, kita dikasih di daerah Cawang (untuk 11 orang yang beruntung). Jadi Sonny, Krisna, Damiann dan Afif tu gak dikasih fasilitas tempat tinggal. Untuk transportnya, kita dikasih sarana pulang-pergi pakai mobil dari perusahaan. Tempat tinggalnya ini kayak mess, trus kita dapet selantai khusus buat kita. Dan bayangkan saja apa yang terjadi bila malam-malam orang-orang semacam kita-kita di sini kalau kumpul malam-malam? Yup, DotA.hhaha

Foto bareng di ruang bersamanya (rame banget yah *11 orang*)

Kamar saya dengan Mahdan dan Inov

Sekian cerita hari pertama saya KaPe. Semoga kita dapat lebih menghargai perjuangan orang tua kita kalau kerja itu bagaimana rasanya. Semoga kita bisa menjadi anak yang berbakti dengan orang tua. Amin.

Semangat untuk teman-teman yang berjuang di tempat lain! Semoga hari-hari selanjutnya lancar dan meratakan!

Selasa, 23 April 2013

Jadilah Orang Baik

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah sesi kuliah Kriptografi yang diampu oleh Pak Rinaldi Munir. Pada saat itu beliau menanyakan mengenai hasil lomba Imagine Cup.

Beliau mengatakan kita sebagai mahasiswa sebaiknya memiliki prestasi atau karya yang membanggakan karena kita masih muda dan banyak hal yang bisa kita lakukan. Dalam kehidupan kita harus menjadi seseorang yang special dapat suatu hal dan berkontribusi pada dunia dalam bidang itu. Namun, dari semua itu ada hal yang lebih penting. Dan hal yang paling penting itu adalah kita harus menjadi orang yang baik..

Senin, 22 April 2013

What is object-oriented programming?


Jeff Goodell:
Would you explain, in simple terms, exactly what object-oriented software is?

Steve Jobs:
Objects are like people. They’re living, breathing things that have knowledge inside them about how to do things and have memory inside them so they can remember things. And rather than interacting with them at a very low level, you interact with them at a very high level of abstraction, like we’re doing right here.
Here’s an example: If I’m your laundry object, you can give me your dirty clothes and send me a message that says, “Can you get my clothes laundered, please.” I happen to know where the best laundry place in San Francisco is. And I speak English, and I have dollars in my pockets. So I go out and hail a taxicab and tell the driver to take me to this place in San Francisco. I go get your clothes laundered, I jump back in the cab, I get back here. I give you your clean clothes and say, “Here are your clean clothes.”
You have no idea how I did that. You have no knowledge of the laundry place. Maybe you speak French, and you can’t even hail a taxi. You can’t pay for one, you don’t have dollars in your pocket. Yet I knew how to do all of that. And you didn’t have to know any of it. All that complexity was hidden inside of me, and we were able to interact at a very high level of abstraction. That’s what objects are. They encapsulate complexity, and the interfaces to that complexity are high level.

Senin, 25 Maret 2013

Membuat Harddisk Terbaca di Mac

Baru-baru ini saya dimintai tolong oleh teman saya untuk membuat harddisknya terbaca dan dapat ditulis baik di Mac maupun Windows. Karena harddisk yang diformat di Mac enggak bisa dibaca di windows, sedangkan harddisk yang diformat oleh Windows enggak bisa ditulis oleh Mac. Sebenarnya saya langsung suspect pasti filesystem yang digunakan beda. Jadi saya nyari-nyari filesystem yang digunakan oleh kedua OS ini..

Jadi ternyata MacOS itu menggunakan filesystem yang namanya Hierarchial File System (HFS) sedangkan Windows saat ini menggunakan filesystem NTFS. Secara implementasi detilnya, kalau HFS menggunakan B - tree sedangkan NTFS menggunakan B+ - tree.

Karena keduanya menggunakan filesystem yang berbeda, bagaimana kita dapat membuat harddisk tersebut dapat dibaca oleh kedua OS tersebut?

Setelah saya cari-cari ternyata saya menemukan bahwa format filesystem lama yang dipakai windows yaitu FAT32 dapat dibaca di Mac. Dengan fakta ini, maka kalau mau membuat harddisk kita dapat dibaca di kedua filesystem tersebut, formatlah dengan FAT32. Namun FAT32 ini memiliki masalah klasik yaitu semakin sering dipakai untuk transaksi keluar masuk file, kecepatan loading dari sebuah file di sistem tersebut akan lebih lama karena terjadi fragmentasi. Jadi harus sering-sering di defragment supaya tidak lambat :)

Minggu, 24 Maret 2013

Styling is Important

Seringkali programmer-programmer pada sebuah tim tidak memiliki standar yang baik dalam menuliskan kode. Sehingga dampaknya bagi orang yang akan mengembangkan program yang kita buat merasa kebingungan dengan makna dari program kita, bagaimana standar penulisan nama fungsi atau variabel hingga masalah bagaimana flow dari program yang kita buat.

Hal ini dirasa cukup penting, karena akan membentuk sebuah kultur tim yang baik. Apalagi kalau sudah taraf perusahaan. Nah, ternyata saya menemukan bahwa di Google ada SOP dalam pembuatan sebuah program Google Style Guide. Menarik sekali bahwa di Google bahkan hal-hal kecil saja diatur dengan rapi. Tak heran Google adalah salah satu perusahaan terbesar di IT saat ini.

Nah, bagi kita. Mulailah membuat kode sesuai standar yang baik agar orang lain mudah untuk membacanya #notetomyself. Sebuah kultur yang baik pasti dapat meningkatkan produktivitas dari tim tersebut.

Minggu, 03 Maret 2013

Menyembunyikan dan Mengenkripsi Pesan melalui Media Video

Pada semester 6 ini, saya mendapatkan tugas yang sangat menarik, yaitu menyembunyikan dan mengenkripsi pesan melalui media video. Tugas besar mata kuliah kriptografi ini merupakan salah satu tugas yang menarik bagi saya. Bagaimana di dalam sebuah video kita bisa menyembunyikan sebuah pesan dalam bentuk tulisan (.txt, .html, .pdf, dsb),  musik (.mp3, .wav, dsb), video (.mp4, .avi, dsb), dan bentuk penyimpanan elektronik lainnya. Dalam kasus ini saya akan menggunakan file .avi sebagai media penyimpanan.

Bagaimana kita dapat menyembuyikan sebuah pesan di dalam sebuah video format .avi ?

Sebuah berkas AVI (Audio Video Interleave) terdiri atas beberapa kanal yang masing-masing menyimpan informasi yang berbeda. Kanal-kanal utama yang terdapat pada AVI adalah kanal citra dan kanal suara. Kanal citra pada dasarnya merupakan sebuah deretan citra bitmap yang masing-masing mewakili satu buah frame pada video. Gambar yang tampak bergerak dihasilkan dari pergantian frame tersebut.

Setiap frame video AVI merupakan citra dengan format bitmap. Sehingga bila saya ingin menyembunyikan pesan pada video AVI, saya harus bisa menyimpan pesan tersebut pada bitmap-bitmap penyusunnya. Menyembunyikan pesan pada sebuah file berformat bitmap dapat menggunakan metode modifikasi LSB (Least Significant Bit). Dengan metode ini, pesan dipecah menjadi potongan byte, setiap byte tersebut dipecah dalam potongan bit. Bit-bit inilah yang disembunyikan pada pixel-pixel sebuah file bitmap.

Misalkan kita ingin menyembunyikan 1 byte (8 bit) : 10010101. Sebuah pixel bitmap memiliki 3 properti angka, yaitu Red, Green dan Blue. Sehingga untuk menyembunyikan 1 byte tersebut kita membutuhkan 3 pixel dari bitmap, sebagai contoh:

R: 10001010 10001010 00101001
G: 11100001 10011110 00001010
B: 10100011 11100001 11110101

diubah menjadi berikut (angka yang tebal adalah pesan yang disembunyikan)

R: 10001011   10001011   00101000
G: 11100000   10011110   00001011
B: 10100010   11100001   11110101


Ekstraksinya lebih mudah dilakukan karena kita tingal mengambil tiap digit dari pixel-pixel tersebut untuk diproses kembali menjadi file digital awal.

Dengan cara tersebut, kita dapat menyembunyikan pesan digital apapun selama medianya memiliki size sekitar 10 lebih besar. Tentunya dengan membagi byte dari pesan digital tersebut pada LSB media yang kita gunakan.

Selain menyembunyikan pesan, kita juga mengenkripsi pesan digital tersebut menggunakan algoritma kriptografi klasik Vigenere Cipher. Sehingga data yang kita kirimkan lebih sulit untuk dipecahkan. Detil dari algoritma Vigenere Cipher dapat dilihat pada link berikut ini: Vigenere Cipher. Aplikasi yang saya buat untuk mengenkripsi data menggunakan Vigenere cipher dapat dilihat pada link berikut VigenereCipherApplet

Pengerjaan tugas ini menggunakan framework .NET dan bahasa C#. Untuk  membantu melakukan modifikasi file AVI, kita menggunakan library AVIReader. Hasil dari program yang dibuat adalah Stegosaurus

Kamis, 14 Februari 2013

Action is Everything


Barusan saya baca-baca tentang sejarah dibuatnya HTML 5. Jadi ketika itu W3C dan WWG sedang berbalas milis berdebat mengenai implementasi tag <img> yang efektif. Banyak desain dan ide dituangkan pada milis tersebut. Debat yang sangat panjang itu seakan tanpa akhir. Banyak ide bagus, masing-masing dengan keterbatasannya.
Bagian paling menarik adalah bagaimana perdebatan itu diakhiri, yaitu ketika salah seorang diantara mereka sudah mengimplementasikan idenya. Meskipun idenya bisa banyak dipertanyakan, namun aplikasi yang dia buat inilah yang dijadikan standar pada HTML 5 meski dengan beberapa keterbatasan tertentu.
So, ide itu murah. Setiap orang bisa berbicara tentang ide, tetapi bagaimana kita membuat ide kita jadi kenyataan, itulah yang paling penting. Orang hanya bisa melihat dari apa yang kita buat, bukan apa yang kita ucapkan atau pikirkan. Selamat pagi :)

Senin, 04 Februari 2013

Baju yang Sama untuk Semua Orang


“Bisakah kita membuat baju yang sama untuk semua orang?” - dosen Interaksi Manusia Komputer
Dengan analogi kasus tersebut, saya jadi lebih memahami bahwa paket ujian kehidupan yang diberikan Allah tiap orang itu berbeda-beda. Karena setiap diri kita itu berbeda, tidak dapat disamakan minat, bakat dan kepribadiannya. Hanya Allah yang paling mengerti dan paket ujian apa yang paling cocok dengan diri kita..

Senin, 28 Januari 2013

Memperbaiki Modem


Barusan tinyok (temen SMA) datang ke kosan untuk cari tahu masalah pada modemnya yang tidak bisa dibuat internetan. Kemudian saya mencoba mencari tahu kemungkinan masalah yang terjadi.
USB terbukti tidak bermasalah karena flashdisk pun masih terbaca. Modemnya juga tidak bermasalah karena modemnya pun masih bisa digunakan dengan baik pada laptop lain. Jadi kemungkinannya adalah mobile partner-nya bermasalah, drivernya bermasalah.
Mencoba menangani masalah mobile partner cukup mudah karena biasanya tinggal d-iinstall ulang. Tetapi setelah di-install ulang pun, ketika dicoba lagi ternyata masih bisa. Bahkan ketika saya mencoba mencari software seperti mobile partner yang sering dipakai di luar negeri. Kemudian saya download dan install, namun hasilnya tetap nihil, masih tidak bisa. Jadi bukan ini ternyata masalahnya.
Masalah yang paling mungkin pada saat ini adalah drivernya bermasalah. Jadi saya uninstall driver hardwarenya. Kemudian cari driver hardwarenya di internet, setelah itu d-install lagi dengan driver yang baru pun masih tak membuahkan hasil.
Hmm, ini aneh. Kemungkinan apa lagi ya yang mungkin. Browsing-browsing di internet memberikan hasil yang nihil. Semuanya cuman cerita masalah atau saling komentar tanpa memberikan solusi. Akhirnya saat maghrib tiba dan kita sholat terlebih dahulu.
Nah, setelah sholat Maghrib. Saya baca lagi deh di internet, dan tiba-tiba saya membaca tentang error pada koneksi internet yang disebabkan Connectify. Sebenarnya tadi tinyok juga sudah cerita kalau modemnya ini mulai bermasalah saat download Connectify. Ya meski aneh, mungkin saja ada kaitannya, sehingga saya langsung uninstall Connectify. Dan alhamdulillah setelah di-uninstall modemnya langsung bisa berjalan dengan normal lagi.
Salah satu pesan moral hari ini adalah “Troubleshooting is harder than solving the problem itself” dan “ibadah itu pasti ada hikmahnya”

Cups itu sederhana


Jadi ceritanya ini sedang mengerjakan soal lomba Facebook Hacker Cup, setelah mendapatkan klarifikasi tentang soal nomor 3 yaitu “Find the Min”, saya langsung ngoding deh.
Dalam proses pembuatan program ini saya memakai cara incremental. Jadi sebelum implementasi yang bisa menangani semua kasus, jadi bikin untuk kasus yang kecil dulu. Sedangkan untuk kasus yang lebih besar, biasanya memanfaatkan kasus yang lebih kecil itu. (Kebetulan persoalan ini memang bisa diselesaikan dengan metode ini)
Nah, mentang-mentang kasus yang kecil bisa, tak sengaja malah kepencet “download input file” kemudian muncul dialog yang intinya “are you sure?” lalu dipencet YES. Saya tidak tahu apa yang membuat saya melakukan hal demikian
Padahal kalau sudah minta input, program kita diasumsikan sudah jadi dan dalam jeda 6 menit kemudian harus dikumpulkan program kita beserta outputnya. Nah, karena memang program belum jadi, akhirnya tidak bisa menyelesaikan soal ini. CUPS. Padahal saja apabila dikumpulkan saat program sudah jadi, ada kemungkinan dapat memperoleh nilai penuh.
Namun sayang, nasi telah menjadi bubur. So, Cups itu sederhana. Sesederhana ngeklik “download input file” dan ngeklik YES.

Kamis, 24 Januari 2013

Ngurus Perpanjang Paspor

Beberapa hari yang lalu saya mencoba untuk mengurus perpanjang paspor sendirian, karena ada rencana bakal ke luar negeri (doakan saja saya mendapat tempat KP yang oke) akhir semester ini. Mumpung ada di Semarang juga dan paspor juga udah mati nih posisinya skrg.

Awalnya saya langsung browsing persyaratan untuk memperpanjang paspor, ternyata cukup simpel kok hanya butuh:
  1. Bukti domisili : KTP dan KK
  2. Bukti identitas diri : Ijazah / Akte Kelahiran / Surat Nikah
  3. Paspor lama
Nah setelah menyiapkan semua persyaratan, pada hari pertama nyoba untuk ngurus karena beberapa hal (maksudnya malas) akhirnya saya berangkat dari rumah jam 10 siang. Karena tempat ngurus paspor itu berada pada ujung barat, sedangkan rumah saya berada pada daerah timur Semarang, maka perjalanan ini menghabiskan waktu cukup lama yaitu 1 jam. Sehingga saya baru bisa datang jam 11.

Sesampainya di sana saat akan mendaftar, petugasnya bilang "mas, sekarang permohonan paspor cuman dilayani sampai nomor antrian 60 jadi ndaftar paspornya besok aja ya". Begitu mendengar ini, saya bingung juga. Masa' cuman 60 paspor sehari? Lah, kalo aku buru-buru gimana dong? Namun, semua pertanyaan itu kupendam dulu karena untungnya ada agenda lain yang menunggu sehingga saya dengan mudah meninggalkan loket dan menerima takdir untuk pulang dengan tangan hampa.

Belajar dari pengalaman hari kemarin, keesokan harinya saya berencana untuk datang jam 8 pagi saat kantor barusan dibuka sehingga konsekuensinya harus berangkat dari rumah jam 7 pagi. Obviously, rencana itu gagal karena saya harus mengantarkan semua adik-adik saya dulu pagi itu, belum ditambah untuk makan dan mandi. Sehingga baru bisa berangkat jam setengah 8.

Setibanya saya di sana, saya langsung datang ke loket pendaftaran, saat itu jam masih menunjukkan pukul 8 lewat 30. Dan yang mengagetkan adalah saya sudah dapet nomor antrian 52 dari kuota 60 pemohon yang ditetapkan. Padahal tadi berangkatnya tenang-tenang gitu, ternyata nomor antriannya udah diujung tanduk. Sementara nomor antrian saat itu menunjukkan angka 10, berdasarkan hitungan kasar saja pasti sekitar jam 10-11 siang baru dilayani nih.

Sembari menunggu, inilah saatnya investigasi untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di kantor imigrasi ini, kok cuman 60 permohonan sehari. Saya pun bertanya-tanya sama ibu-ibu atau bapak-bapak di kiri kanan tempat saya duduk dan saya mendapatkan informasi bahwa mesin pencetak paspor yg ada di Semarang itu rusak. Jadi ada 3 mesin yang seharusnya beroperasi sehari-harinya, tapi ketiganya rusak desember kemarin. Sedangkan baru ada 1 mesin baru yang dikirim dari Jakarta, sehingga tidak bisa mencetak banyak paspor tiap harinya.

Hmm, cukup make sense sih, kalau tiap harinya ada sangat banyak pemohon paspor baru maka paspornya bisa jadi lamaaaa banget dan tidak memenuhi SOP yang mewajibkan paspor sudah jadi 4 hari setelah membayar dan foto. Semoga cepetan ya mesin pencetak paspornya datang lagi, supaya pelayanannya bisa lebih cepet dan banyak. Saat investigasi ini, saya juga banyak mendengar banyak sekali keluhan-keluhan mengenai aturan ini, dan emang nyusahin sih. Tapi ya mau gimana lagi, orang-orang di sini mungkin sudah memberikan yang terbaik untuk melayani kita, kita ya harus sabar saja lha wong kondisinya gini.

Setelah selesai proses pendaftaran, dua hari kemudian saya mbayar, foto dan wawancara. Meski nunggunya cukup lama, namun cukup tak terasa karena membaca buku dan ngengerin musik. Setelah selesai proses hari itu, diberi tanda bukti dan boleh pulang. Trus, jreng-jreng-jreng beberapa hari kemudian paspor sudah bisa diambil.

Jadi sekarang ngurus paspor sudah enggak perlu ribet lagi, birokrasinya cukup jelas. Walau sebenarnya dapat dibuat lebih cepat, karena saya lihat petugas memindah-mindah dokumen ke sana kemari untuk tiap tahap membayar, foto trus wawancara. Jaman sekarang seharusya dokumennya diam, datanya yang pindah gitu, kan udah ada komputer (peluang proyek ni gan :P).

After all, makasih ya petugas-petugas di kantor imigrasi. Akhirnya paspor jadi juga (sayanganya fotonya gak boleh senyum gitu -,- )

Sabtu, 05 Januari 2013

Mengenal dengan Akal dan dengan Hati

Bertahun-tahun kita beribadah, namun nampaknya kita masih menjadi pribadi yang sama saja seperti sebelumnya. Tak banyak perubahan, padahal seharusnya dengan beribadah kita menjadi pribadi yang mulia.

Pasti ada yang salah dengan ibadah kita selama ini, pasti ada yang salah. Lalu muncul pertanyaan, kepada siapa kita beribadah? Apakah kita sudah benar-benar mengenal kepada siapa kita beribadah?

Saya teringat pada sebuah hadist Rasulullah:
"Awal-awal agama adalah mengenal Allah"

Apakah kita sudah benar-benar mengenal Allah? Apakah kita sudah bisa menghayatiNya? Apakah kita sudah merasa cinta, takut pada Allah? Apakah kita sudah benar-benar menjadi seorang hamba?

Bagi saya, jawaban dari seluruh pertanyaan di atas cukup jelas, "Belum". Tapi bagaimanakah orang yang sudah mengenal Tuhannya? Ada sebuah perumpamaan yang sangat menarik, mungkin kita dapat ambil pelajaran dari hal ini.

Tahukah kita dengan harimau? Hampir semua orang tahu bagaimana buasnya hewan ini. Badannya yang besar, suaranya yang menggelegar, giginya yang tajam dan naluri predatornya yang begitu tinggi. Harimau dalam satu lompatan dapat melompat sekitar 10-15 meter baik itu maju maupun naik. Kemudian dalam menerkam mangsanya, harimau selalu mengincar tengkuk mangsanya sehingga mangsanya dapat mudah dilumpuhkan. Biasanya tidak lebih dari 5 menit, setelah diserang harimau mangsanya akan meninggal.

Saat saya menjelaskan 1 paragraf di atas, adakah dari kita sekarang ini terasa takut dengan harimau? Tentu saja tidak. Karena apa yang saya paparkan barusan hanyalah ilmu mengenai harimau, sama sekali tidak membuat kita takut dengan harimau. Karena takut itu berada pada hati dan ilmu itu berada pada akal.

Namun, misalkan suatu saat ketika kita pulang dari kampus mau ke kosan, somehow and someway kita tersesat di hutan (entah bagaimana caranya). Kemudian saat kita tersesat itu kita mendengar raungan harimau. Apa yang terasa pada saat itu? Sempatkah kita berfikir ilmu tentang harimau? Yang terjadi pada saat itu pasti hati kita dipenuhi oleh rasa ketakutan karena kekuatan harimau di hutan ini. Sewaktu-waktu kita dapat mati diterkam harimau dengan cepat sekali. Mungkin saat itu otak kita sudah tidak dapat lagi banyak berfikir.

Begitulah kira-kira gambaran perasaan kita ketika mendengar raungan harimau. Begitulah hati kita yang telah mengenal harimau. Bahkan tanpa befikir, otomatis kita akan merasa takut pada harimau tersebut. Nampaknya dengan bertemu harimau saja, sudah dapat membuat hati kita mengenal kekuatan harimau itu. Itulah beda antara mengenal dengan akal dan dengan hati.

Bukankah perasaan seperti itu yang seharusnya muncul ketika kita beribadah menghadap Tuhan. Bahkan seharusnya lebih dari itu, karena Dia lah yang menguasai hidup kita, dunia kita dan semuanya adalah milik Tuhan. Dan kuasa Tuhan ini terasa setiap saat, setiap detak jantung dan hembusan nafas ini.

Mungkin karena alasan tidak mengenal Tuhan inilah, kita masih berani berbuat tidak baik, kita masih tidak takut pada Tuhan kita. Padahal mengenal Allah adalah awal dari kita menjadi orang yang taat beragama seperti sabda Rasulullah tersebut.

Kalau kita menilik pada sejarah kenabian Rasulullah, 13 tahun pertama di Mekkah dihabiskan untuk mengenalkan para sahabat pada Allah. Tidak ada syariat yang turun pada masa itu, baru saat 10 tahun terakhir, semua syariat itu datang. Hal ini sangat menggambarkan bahwa mengenalkan manusia pada Tuhan adalah salah satu inti terpenting dalam kita beragama. Apabila para sahabat Rasulullah telah mengenal Allah, maka menjalankan syariat itu sangat mudah.

Jadi tanpa mengenal Allah, rupanya ibadah kita ini hanyalah untuk menggugurkan kewajiban belaka. Semoga Allah meng-anugerahkan pada kita untuk hati ini mengenalMu dengan berkah NabiMu dan berkah guruku. Amin.