Senin, 02 September 2013

Teach Yourself Programming in Ten Years

Teach Yourself Programming in Ten Years

Tidak ada satu hal yang dapat dipelajari secara instan. Semuanya harus melalui proses dan kerja keras.

INNOVATOR'S DILEMMA

Buku bagus banget nih “The Innovator’s Dilemma: The REvolutionary Book that Will Change the Way You Do Bussiness”. Aku ceritain dikit ya inti-inti yang kudapat dari buku ini.
Ketika sebuah perusahaan/produk sedang menguasai pasar, mereka akan terjebak pada sebuah dilema dalam melakukan sebuah inovasi. Mengapa? Karena takut produk inovasinya akan mengkanibal atau menghantam balik produk utamanya yang masih laku di pasaran.
Innovator dilemma terjadi bukan lantaran market leader tidak dapat melihat arah pasar bergerak. Bukan juga lantaran mereka tidak mampu melakukan inovasi. Mereka tentunya tahu persis arah pasar dan sangat capable untuk melakukan inovasi. Hanya saja mereka takut melakukan itu disebabkan oleh kekhawatiran inovasi tersebut menghantam balik produk mereka yang laris di pasaran.
Dan saat mereka sadar bahwa ketakutan itu tidak beralasan, segalanya telah terhambat. Kompetitor yang sigap dan nothing to lose dengan segera mengambil pasar dan menggelintirkan sang incumbent.
What a nice thought? I think this kind of perspective could be useful on how we see a problem..

Rabu, 26 Juni 2013

KP - Semangat Baru

Setelah melalui hari-hari bersama KP di GDP selama 3 minggu,



Akhirnya pada hari rabu kemarin kita yang di GDP Labs dikasih ruangan baru khusus untuk intern. Ruangan ini cukup luas dan suara di dalam tidak terlalu tembus keluar. Maka dari itu, para intern menjadi lebih bisa mengekspresikan diri untuk diskusi, ngoding, down*lo*ad, ti*dur, nge*ga*me, dsb.




Ada juga beberapa anak UI yang KP bareng kita di sini

Sementara teman-teman kita yang diassign di GDN (blibli.com) tergolong sangat sejahtera dalam hal makanan. Hampir setiap hari mereka selalu mendapatkan jajan es krim, ataupun snack-snack yang cukup banyak. Saya sendiri pun sering mengunjungi ruangan mereka agar kecipratan berkah yang mereka bawa ini *evilsmirk*.

Hari Kamis ini pun mereka yang di GDN kerjanya cuman sampai siang karena diajak keluar untuk makan-makan rutin bulanan. Jadi ketika event makan-makan ini, semua yang ulang tahun pada bulan tersebut tidak perlu membayar karena dijajain oleh yang lain. Seru banget ya! Tapi mereka tidak dapat menikmati makan siang harian yang gratis pada hari ini. wkakaka

Yang seru lagi dari KP ini adalah kumpul bareng dan makan bareng yang diadakan setiap malam di mess. Berbagai macam hal pun diomongin pada rutinitas ini.



Karena sudah mau jam makan siang, saya sudahi dahulu tulisan ini. Besok senin juga kita harus menyiapkan performance di hadapan orang-orang GDP di acara keakraban bulanan mereka. Sampai ketemu di post berikutnya.

Semoga dengan segala perubahan ini, semangat KP semakin membara. Amin!

Senin, 03 Juni 2013

First Day KP at GDP

Jadi hari ini ceritanya saya dan 14 orang lainnya (kayak ambil kelas SP) melakukan hari pertama Kerja praktek di sebuah venture capital yang namanya PT. Global Digital Prima.

GDP merupakan sebuah venture capital yang memberikan pendanaan kepada perusahaan-perusahaan startup IT yang berkembang di Indonesia. Beberapa perusahaan yang didanai antra lain kaskus, infokost, blibli, SemutApi Colony, dsb. Di sini kita diassign ke projek atau produk yang sedang dibuat oleh GDP biasanya untuk membantu perusahaan IT yang ditanganinya. Kantornya berada di jalan Aipda K. S. Tubun.

Hari pertama datang, kita dibriefing dulu di ruangan trainingnya.


Kemudian langsung tanda tangan kontrak dan diassign ke project yang ditentukan oleh GDP. Habis itu kita diarak keliling gedung kantor terus dikenalin ke semua orang. Trus kenal sama semua orang yang ada di sini? Enggak lah. Tapi ya beberapa orang ada yang unik sehingga kenal. Ada juga orang yang make kemeja persis dengan kemeja punyaku. Untung aja gak make kemeja itu hari ini.hhahaa

Pada pembagian assignment oleh GDP, saya dapat setim sama Wachid, Inov dan Vian dimentorin oleh Karol (IF 08) yang merupakan alumni ITB. Selain dia, banyak juga alumni ITB yang ditemui di GDP Labs ini, antara lain Michell (IF 08), Rezan Achmad (IF 08), Timmy (IF 08), Khandar (IF 06), dsb.

Lagi ngerjain sesuatu *lebih tepatnya sok-sokan ngerjain sesuatu* di GDP Labs
Nah, fasilitas yang didapat selama ini di sini itu adalah makan siang dan tempat tinggal. Kalau makan siang ada ruangan besarnya, kita semua makan di situ sama seluruh karyawan yang ada di sana.

Kalau hari senin kita dapat nasi kotak, nah hari ini juga dapet es dawet
Kemudian untuk tempat tinggal, kita dikasih di daerah Cawang (untuk 11 orang yang beruntung). Jadi Sonny, Krisna, Damiann dan Afif tu gak dikasih fasilitas tempat tinggal. Untuk transportnya, kita dikasih sarana pulang-pergi pakai mobil dari perusahaan. Tempat tinggalnya ini kayak mess, trus kita dapet selantai khusus buat kita. Dan bayangkan saja apa yang terjadi bila malam-malam orang-orang semacam kita-kita di sini kalau kumpul malam-malam? Yup, DotA.hhaha

Foto bareng di ruang bersamanya (rame banget yah *11 orang*)

Kamar saya dengan Mahdan dan Inov

Sekian cerita hari pertama saya KaPe. Semoga kita dapat lebih menghargai perjuangan orang tua kita kalau kerja itu bagaimana rasanya. Semoga kita bisa menjadi anak yang berbakti dengan orang tua. Amin.

Semangat untuk teman-teman yang berjuang di tempat lain! Semoga hari-hari selanjutnya lancar dan meratakan!

Selasa, 23 April 2013

Jadilah Orang Baik

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah sesi kuliah Kriptografi yang diampu oleh Pak Rinaldi Munir. Pada saat itu beliau menanyakan mengenai hasil lomba Imagine Cup.

Beliau mengatakan kita sebagai mahasiswa sebaiknya memiliki prestasi atau karya yang membanggakan karena kita masih muda dan banyak hal yang bisa kita lakukan. Dalam kehidupan kita harus menjadi seseorang yang special dapat suatu hal dan berkontribusi pada dunia dalam bidang itu. Namun, dari semua itu ada hal yang lebih penting. Dan hal yang paling penting itu adalah kita harus menjadi orang yang baik..

Senin, 22 April 2013

What is object-oriented programming?


Jeff Goodell:
Would you explain, in simple terms, exactly what object-oriented software is?

Steve Jobs:
Objects are like people. They’re living, breathing things that have knowledge inside them about how to do things and have memory inside them so they can remember things. And rather than interacting with them at a very low level, you interact with them at a very high level of abstraction, like we’re doing right here.
Here’s an example: If I’m your laundry object, you can give me your dirty clothes and send me a message that says, “Can you get my clothes laundered, please.” I happen to know where the best laundry place in San Francisco is. And I speak English, and I have dollars in my pockets. So I go out and hail a taxicab and tell the driver to take me to this place in San Francisco. I go get your clothes laundered, I jump back in the cab, I get back here. I give you your clean clothes and say, “Here are your clean clothes.”
You have no idea how I did that. You have no knowledge of the laundry place. Maybe you speak French, and you can’t even hail a taxi. You can’t pay for one, you don’t have dollars in your pocket. Yet I knew how to do all of that. And you didn’t have to know any of it. All that complexity was hidden inside of me, and we were able to interact at a very high level of abstraction. That’s what objects are. They encapsulate complexity, and the interfaces to that complexity are high level.

Senin, 25 Maret 2013

Membuat Harddisk Terbaca di Mac

Baru-baru ini saya dimintai tolong oleh teman saya untuk membuat harddisknya terbaca dan dapat ditulis baik di Mac maupun Windows. Karena harddisk yang diformat di Mac enggak bisa dibaca di windows, sedangkan harddisk yang diformat oleh Windows enggak bisa ditulis oleh Mac. Sebenarnya saya langsung suspect pasti filesystem yang digunakan beda. Jadi saya nyari-nyari filesystem yang digunakan oleh kedua OS ini..

Jadi ternyata MacOS itu menggunakan filesystem yang namanya Hierarchial File System (HFS) sedangkan Windows saat ini menggunakan filesystem NTFS. Secara implementasi detilnya, kalau HFS menggunakan B - tree sedangkan NTFS menggunakan B+ - tree.

Karena keduanya menggunakan filesystem yang berbeda, bagaimana kita dapat membuat harddisk tersebut dapat dibaca oleh kedua OS tersebut?

Setelah saya cari-cari ternyata saya menemukan bahwa format filesystem lama yang dipakai windows yaitu FAT32 dapat dibaca di Mac. Dengan fakta ini, maka kalau mau membuat harddisk kita dapat dibaca di kedua filesystem tersebut, formatlah dengan FAT32. Namun FAT32 ini memiliki masalah klasik yaitu semakin sering dipakai untuk transaksi keluar masuk file, kecepatan loading dari sebuah file di sistem tersebut akan lebih lama karena terjadi fragmentasi. Jadi harus sering-sering di defragment supaya tidak lambat :)